
Situbondo, harianjatim.net- Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan dan salah satunya menghadirkan layanan hemodialisa atau cuci darah di RSDU Besuki bagi pasien umum maupun BPJS Kesehatan.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa layanan hemodialisa yang mulai dibuka pada hari ini di rumah sakit milik pemerintah daerah di wilayah barat Situbondo itu merupakan komitmen pemkab dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
”Jadi, semua tiga rumah sakit milik pemda sudah menyediakan layanan hemodialisa, yakni RSUD dr. Abdoer Rahem, RSUD Asembagus (wilayah timur) dan RSUD Besuki,” kata Bupati Rio usai meluncurkan layanan hemodialisa di RSUD Besuki, Kabupaten Situbondo, Rabu.
Menurut dia, pelayanan kesehatan merupakan program prioritas utama dan komitmen pemerintah daerah setempat yang tertuang dalam visi misi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah.
Dengan hadirnya layanan hemodialisa di RSUD Besuki ini, Rio menyatakan masyarakat di wilayah barat Situbondo kini tidak perlu lagi ke RSUD dr. Abdoer Rahem di kota, karena RSUD Besuki sudah membuka layanan cuci darah yang sudah dibuka mulai hari ini.
”Situbondo punya program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas) dan anggarkan oleh Pemkab Situbondo, sedangkan yang tidak ter-cover BPJS Kesehatan kami juga mempersiapkan Berantas Plus,” kata Bupati Rio.
Sementara itu, Direktur RSUD Besuki Imam Hariyono mengemukakan layanan hemodialisa dihadirkan dalam upaya mendekatkan layanan cuci darah guna memangkas biaya akomodasi/transportasi kepada pengguna layanan khususnya masyarakat di wilayah barat Situbondo.
”Kami bersyukur sudah melaksanakan seluruh tahapan yang menjadi syarat berdirinya layanan hemodialisa di RSUD Besuki,” katanya.
Imam menambahkan RSUD Besuki menghadirkan layanan hemodialisa juga penting seiring meningkatnya masyarakat menderita penyakit ginjal kronis.
”Dengan hadirnya fasilitas layanan hemodialisa ini kami harapkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya pasien rawat hemodialisa akan semakin meningkat,” katanya.
( wa/an)








