
Tulungagung, harianjatim.net – Perum Bulog Cabang Tulungagung, Jawa Timur segera melakukan intervensi pasar dengan menggelontorkan beras premium ke pasaran untuk mengisi kekosongan stok di sejumlah toko, ritel, dan swalayan di daerah itu
Stok beras di gudang Perum Bulog Cabang Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026). Bulog menyiapkan pasokan beras premium untuk mengisi kekosongan stok di sejumlah toko, ritel, dan swalayan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan di pasaran.
“Kami sudah mendapat instruksi dari atas, Bulog harus segera melakukan intervensi merespons kelangkaan stok beras premium,” kata Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan di Tulungagung, Kamis, menanggapi kelangkaan beras premium di daerah itu beberapa pekan terakhir.
Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menjaga ketersediaan beras premium di daerah yang mengalami kekosongan pasokan.
Yonas menambahkan pemerintah pusat melakukan evaluasi ketersediaan beras premium di berbagai wilayah setiap pekan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penentuan daerah yang membutuhkan tambahan pasokan dari Bulog.
“Setelah itu, Bulog diminta untuk melakukan droping beras premium ke pasar agar masyarakat tidak resah. Bulog Cabang Tulungagung juga telah bekerja sama dengan sejumlah produsen penggilingan untuk melakukan intervensi beras premium,” ujarnya.
Menurut Yonas, sejumlah produsen penggilingan yang bekerja sama dengan Bulog saat ini masih menunggu pengiriman kemasan beras premium serta penerbitan izin Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, Bulog akan segera menyalurkan beras premium ke pasaran. Penyaluran tersebut ditargetkan sudah dapat dilakukan pada awal Oktober 2026.
“Kemungkinan izinnya segera keluar karena sudah dua pekan yang lalu izin itu diurus dan sebentar lagi harusnya selesai,” katanya.
Yonas memastikan intervensi pasokan beras premium akan dilakukan selama masih dibutuhkan masyarakat, terlebih menjelang periode Natal dan Tahun Baru yang berpotensi meningkatkan kebutuhan pangan.
Adapun beras premium yang disalurkan melalui intervensi Bulog tersebut ditetapkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram.
“Kita akan menjaga pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
( wa/an)








