KEDIRI, HARIANJATIM.NET — Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur resmi ditetapkan sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji reguler untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi dengan proyeksi melayani 9.641 calon haji dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur pada Jumat, 6 November 2026.
Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi menyambut baik penetapan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah atas kepercayaan yang diberikan kepada Bandara Internasional Dhoho Kediri.
“Alhamdulillah, penetapan ini merupakan milestone (tonggak pencapaian) penting bagi Bandara Dhoho. Kami melihatnya sebagai sebuah peluang sekaligus tanggung jawab besar untuk mempersiapkan layanan penerbangan haji dengan sebaik-baiknya,” kata Maksin dalam keterangan di Kediri, Jumat, 6 November 2026.
Ia mengatakan pihaknya akan mempercepat persiapan operasional, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan penyelenggaraan embarkasi dan debarkasi haji 2027.
Persiapan tersebut meliputi kesiapan infrastruktur dan fasilitas bandara, pengaturan alur pergerakan calon haji, peningkatan kualitas pelayanan penumpang, serta pemenuhan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
PT Surya Dhoho Investama, kata Maksin, juga merencanakan simulasi operasional bersama Pemerintah Kabupaten Kediri untuk memastikan proses pelayanan dan pergerakan calon haji berjalan terintegrasi sesuai ketentuan.
Ia menambahkan penetapan Embarkasi Dhoho diharapkan mempermudah akses perjalanan ibadah haji bagi masyarakat Jawa Timur bagian selatan.
“Selain itu, keberadaan layanan tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui sektor transportasi, akomodasi, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Maksin.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2026 tentang Embarkasi dan Debarkasi Haji Reguler Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi yang ditetapkan di Jakarta pada 21 Oktober 2026.
Sebanyak 9.641 calon haji akan dilayani melalui Embarkasi Dhoho yang berasal dari Kabupaten Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung, serta Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kota Madiun.
Selain menetapkan Bandara Dhoho sebagai embarkasi dan debarkasi, Kementerian Haji dan Umrah juga menunjuk Wisma Surya Kediri sebagai tempat transit calon haji dari wilayah layanan Embarkasi Dhoho.
( wa/an)








