Bupati Mojokerto Lepas Petugas Upacara dan Bentangan 1.000 Meter Merah Putih ke Puncak Penanggungan

Mojokerto, harianjatim.net – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, secara resmi memberangkatkan tim petugas upacara bendera dan pembentang bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Gunung Penanggungan. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Seremonial pemberangkatan bertempat di Pos Registrasi Pendakian Tamiajeng, Kecamatan Trawas, pada Minggu (16/8) sore. Gus Bupati, sapaan Bupati Mojokerto kini, menyebut bahwa giat itu ialah bentuk tradisi tahunan yang terus terjaga berkat kolaborasi erat antar-pemangku kepentingan. Kegiatan yang memadukan semangat nasionalisme dengan potensi alam daerah ini, melibatkan kerja sama lintas sektor mulai dari Perum Perhutani KPH Pasuruan, Forkopimca Trawas, Pemerintah Desa Tamiajeng, Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) Watu Kelir, hingga komunitas pecinta alam dan relawan.
Mengingat antusiasme dan keaktifan para penyelenggara, lantas membuat Gus Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi seluruh pihak yang terus merawat agenda bernilai sejarah dan kebangsaan ini.
“Kegiatan ini sudah menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan yang kita kenal setiap tahun. Ada sesuatu yang patut kita syukuri dari keberlangsungan kegiatan ini. Masyarakat, Perhutani, Pemerintah Desa, pengelola jalur, komunitas, relawan, dan berbagai pihak dapat terus bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dari tahun ke tahun.” Jelasnya.
Bupati menyebut bahwa Gunung Penanggungan memiliki posisi strategis bagi Kabupaten Mojokerto karena keindahan alam serta situs peninggalan sejarahnya. Seiring tingginya antusiasme masyarakat dan pendaki yang menuju puncak, Gus Bupati secara khusus menggarisbawahi komitmen bersama dalam menjaga kebersihan jalur pendakian, ketertiban, serta prioritas keselamatan para peserta selama berada di kawasan pegunungan.
“Semakin banyak kegiatan yang berlangsung di kawasan Gunung Penanggungan, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaganya. Kebersihan jalur, kelestarian hutan, ketertiban pendakian, dan keselamatan pengunjung harus menjadi perhatian bersama.” Imbaunya. (Nin)








