Berita

Cegah Karies Sejak Dini, FKG UB-IIK Bhakti Wiyata Gelar Pemeriksaan Gigi di Ponpes Wali Barokah

harianjatim.net, Kediri – Upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut sejak dini terus digencarkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) bersama FKG IIK Bhakti Wiyata Kediri menggelar pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pemeriksaan gigi di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, Sabtu (8/11).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani pada Agustus lalu. Sekitar 400 santri dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA mengikuti edukasi kesehatan gigi serta pemeriksaan langsung oleh tim dokter dan mahasiswa.

Perwakilan FKG UB, Dr. drg. Merlya Belida, M.MRs, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk dukungan akademisi dalam menekan tingginya angka karies pada anak.

“Hari ini kami fokus pada pemeriksaan dini anak-anak usia SD. Jika ditemukan kasus yang memerlukan perawatan, akan dirujuk ke RSGM IIK Bhakti Wiyata atau puskesmas terdekat,” ujarnya.

Merlya membeberkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 yang menunjukkan 54% anak usia 10–14 tahun mengalami karies, namun hanya 1% yang rutin memeriksakan gigi ke dokter.

“Edukasi seperti ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini. Harapannya, dapat mendukung target nasional Indonesia Bebas Karies 2030,” tambahnya.

Dekan FKG IIK Bhakti Wiyata, Dr. Puspa Dila Rohmaniar, drg., M.Kes, menekankan pentingnya kesehatan gigi bagi para santri.

“Santri adalah generasi penerus bangsa. Badan boleh sehat, tapi kalau gigi sakit, semangat belajar pasti terganggu,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa masalah gigi tidak bisa diremehkan karena dapat berdampak pada organ tubuh lain seperti jantung dan paru-paru. “Karena itu, edukasi preventif menjadi langkah strategis,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Ponpes Wali Barokah sekaligus Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menyebut kegiatan ini menjadi realisasi nyata dari kerja sama pesantren dan perguruan tinggi.

“Kami ingin para santri tidak hanya cerdas dalam dakwah, tapi juga sehat secara fisik. Rasulullah SAW mencontohkan menjaga kebersihan gigi melalui anjuran bersiwak,” ungkapnya.

Asyhari menambahkan, keluhan yang sering dialami santri adalah sakit gigi yang berpengaruh pada konsentrasi belajar. “Kesehatan itu bagian dari keimanan. Kalau giginya sehat, semangat belajar dan berdakwah juga tumbuh,” ujarnya.

Melalui sinergi FKG UB, IIK Bhakti Wiyata, dan Ponpes Wali Barokah, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi edukasi kesehatan antara dunia kampus dan pesantren. nad

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button