DaerahPendidikan

Hebat, Universitas Anwar Medika Sidoarjo Kenalkan Teknologi Canggih

SIDOARJO,Harianjatim.net – Upaya peningkatan layanan kesehatan berbasis teknologi di tingkat desa semakin bergaung. Pada hari ini, pelatihan intensif mengenai penggunaan smartwatch untuk monitoring kesehatan secara real-time digelar di Balai Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini diketuai oleh Rony Kriswibowo, S.Kom.,M.Kom dosen Prodi Sistem Informasi Universitas Anwar Medika Sidoarjo, dan didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek)Pelatihan yang berlangsung selama dua jam pagi ini dihadiri oleh 25 kader kesehatan desa, satu bidan desa, dan satu perawat desa.

Para peserta, yang mayoritas merupakan relawan aktif dalam program posyandu dan pemeriksaan kesehatan rutin, tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Rony Kriswibowo, yang juga merupakan dosen dengan kepakaran sistem informasi cerdas di universitasnya, menekankan pentingnya integrasi teknologi wearable seperti smartwatch dalam pemantauan kesehatan masyarakat pedesaan.

“Smartwatch bukan lagi barang mewah, tapi alat sederhana yang bisa mendeteksi dini gejala penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan irama jantung. Di Desa Sembung, di mana akses ke fasilitas medis pusat masih terbatas, alat ini bisa menjadi ‘penjaga’ pertama bagi warga,” ujar Rony Kriswibowo saat membuka sesi pelatihan.

Rony menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Anwar Medika yang bertujuan membekali kader kesehatan dengan keterampilan digital health.Dalam pelatihan, peserta diajarkan langkah demi langkah cara memasang, mengkalibrasi, dan membaca data dari smartwatch, termasuk fitur pemantauan detak jantung, kadar oksigen darah (SpO2), dan aktivitas fisik harian.

Rony juga membagikan tips troubleshooting sederhana, seperti pengisian daya dan sinkronisasi dengan aplikasi mobile. Sebanyak 28 unit smartwatch disediakan sebagai alat praktik, yang nantinya akan dibagikan secara bergilir untuk digunakan dalam monitoring masyarakat desa.Acara ini didanai oleh DRTPM melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan perangkat, materi pelatihan, dan transportasi narasumber.

Kepala Desa Sembung, Deny Erikawati, yang turut hadir, menyambut baik inisiatif ini. “Kami bangga Desa Sembung menjadi pionir di Wringinanom untuk adopsi teknologi kesehatan. Dengan 25 kader yang terlatih, kami bisa mempercepat deteksi dini penyakit dan mengurangi beban Puskesmas,” katanya.Tenaga Kesehatan Desa, Atim Agus, yang mewakili tenaga medis setempat, berbagi pengalaman awal.

“Sebagai tenaga kesehatan, saya sering kesulitan memantau ibu hamil di daerah terpencil. Smartwatch ini bisa membantu kami lacak pola tidur dan tekanan darah secara remote. Saya yakin ini akan tingkatkan kualitas pelayanan,” ungkapnya.

Universitas Anwar Medika Sidoarjo terus berkomitmen dalam pengabdian masyarakat, dengan program serupa diharapkan mendapatkan dampak yang bermanfaat bagi Masyarakat dan mendukung jaminan Kesehatan dan kesejahteraan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button