
Malang, harianjatim.net – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengajak pengembang perumahan di Jawa Timur supaya terus membantu pemerintah menyediakan rumah subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Pengembang di Jawa Timur semangat menyiapkan rumah untuk rakyat,” kata Maruarar atau Ara, seusai meninjau rumah subsidi di Lawang Park Residence, Kabupaten Malang, Rabu, 26 Februari 2026.
Ara meminta supaya masyarakat di Jawa Timur memanfaatkan fasilitas rumah subsidi FLPP yang telah disediakan oleh pemerintah, agar backlog kepemilikan rumah bisa tertangani.
Pemerintah telah memastikan bahwa bunga FLPP tetap di angka 5 persen hingga akhir tenor yang bisa diperpanjang hingga 40 tahun. Sedangkan untuk uang muka, mulai dari 1 persen dari harga rumah.
“Masih banyak backlog yang belum punya rumah. Saya pikir mohon Pak Wakil Gubernur Jawa Timur bisa mendorong karena demand-nya pasti tinggi,” katanya lagi.
Pemerintah menghadirkan hunian vertikal bersubsidi dalam bentuk rumah susun untuk mengatasi backlog kepemilikan rumah di wilayah perkotaan.
Kementeriannya telah menghadirkan solusi berupa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk persoalan rumah tidak layak huni.
Ara menilai rumah subsidi dengan skema FLPP di Lawang Park Residence memiliki kualitas yang baik dari sisi konstruksi, kualitas air, hingga sistem drainase kawasan.
“Di sini kualitas airnya bagus, saya sudah mengecek rumahnya dan bagian dalam bagus, tembok tebal, lantainya tidak ada yang retak. Saya mengecek dengan warga juga dan tidak banjir,” katanya pula.
Salah seorang warga Lawang Park Residence, Yeni menyampaikan, program FLPP terbilang mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan hunian dengan harga terjangkau.
Melalui skema FLPP, dia mampu membeli rumah dengan uang muka sebesar Rp1,6 juta dari harga hunian senilai Rp166 juta dengan masa cicilan selama 20 tahun.
Spesifikasi hunian miliknya terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.
“Setelah melihat, diproses BI checking dan langsung ACC terus tidak sampai dua bulan sudah akad. Setiap bulan membayar angsuran Rp1.072.000,” ujarnya pula.(wa/an)








