Mentan Amran Dorong Perbaikan Kali Lamong dan Janjikan Alsintan
Gresik,harianjatim.net – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman mendorong perbaikan Kali Lamong yang kerap menimbulkan banjir segera dilakukan penanganan lanjutan hingga menjanjikan bantuan Alsintan berupa combine harvester dan handtraktor bagi kelompok tani di Desa Sirnoboyo dan Punduttrate Kecamatan Benjeng, Gresik.
Instruksi dan janji Mentan Amran disampaikan setelah menerima sambatan dari petani setempat.
“ Tolong itu pihak terkait persoalan Kali Lamong segera dibantu cari solusi,” kata Amran saat kegiatan panen dan serap gabah di Desa Sirnoboyo Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jumat (13/3/2025).
Ia juga memastikan harga gabah petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) yang ditetapkan dan ketersediaan pupuk.
“ Gimana apa harga gabah yang ditetapkan pemerintah sudah dirasa membantu para petani,” tanya Amran memastikan harga jual padi kepada para petani.
HPP gabah petani dari sawah yang dijual ke tengkulak sekarang Rp 6500/Kg. Harga tersebut terbilang paling tinggi dari sebelumnya.
“Alhamdulillah, kita senang mendengar langsung suara petani yang mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Pupuknya sudah tersedia, harganya kita lihat langsung Rp6.500 per kilogram. Ini tentu akan mengangkat ekonomi mereka dan meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujar Mentan Amran usai panen dan serap gabah.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus mengawal pemenuhan kebutuhan petani, mulai dari penyediaan pupuk, benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga infrastruktur pendukung seperti irigasi. Mentan Amran menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera menindaklanjuti perbaikan dan pengembangan sistem irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kami telah menyediakan benih unggul dan alat mesin pertanian bagi petani. Selain itu, saya juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian PU agar irigasi segera ditindaklanjuti. Insya Allah ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi padi nasional,” ujarnya.
Mentan Amran turut melakukan panen padi di area persawahan seluas 195 hektare di Desa Sirnoboyo. Lahan pertanian ini telah menerapkan indeks pertanaman dua kali dalam setahun (IP 200) dengan menggunakan varietas unggul Inpari 32, yang mampu menghasilkan produktivitas 6,4—6,5 ton per hektare.
Secara keseluruhan, produksi padi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2024 menunjukkan capaian yang baik. Luas panen mencapai 1.616.985 hektare, dengan dominasi varietas Inpari 32. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) tercatat sebesar 9.270.435 ton, menghasilkan produksi beras sekitar 5.352.936 ton.
Pada panen raya kali ini, Mentan Amran langsung terjun secara simbolis memanen padi menggunakan alsintan combine. Kemudian menyaksikan penjualan gabah dari petani ke Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
Tampak hadir dalam panen raya di Desa Sirnoboyo, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, KSP Anto Mukti Putranto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Forkopimda dan Kepala OPD Pemkab Gresik serta Direktur Pengadaan Barang Perum Bulog, Prihasto Setyanto dan Pemimpin Perum BULOG Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A. (dik)








