Berita

Penguatan Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting. Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Sosialisasi Bangga Kencana

Bekasi, harianjatim.net – Kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja diselenggarakan di desa cicau, Kecamatan Cikarang pusat, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Senin 26 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan penguatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga berkualitas, perencanaan kehidupan berkeluarga, peningkatan kualitas pengasuhan anak, serta percepatan pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu drg.Putih sari selaku wakil ketua komisi XI DPR Melalui via Zoom RI; Bapak dr. Nurizky Permata jati, M.H, selaku direktur bina penggerak lini lapangan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga; Dr.Dadi Roswandi Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat;Juniardiana Rosatijawan. ST.,MM Selaku Plt dinas Dppkb Kab. Bekasi; serta Rahmat Yudi Prawira, selaku PJ Kepala desa Cicau.

Dalam penjelasannya, drg.Putih Sari menyampaikan bahwa pentingnya semua pihak bekerjasama untuk mensukseskan lima program Quick Win yang dirancang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia (lansia).

“Kami berharap kepada para peserta sosialisasi, usia kegiatan ini dapat menyampaikan ilmunya kepada masyarakat lainnya. Agar, bisa bersama sama dalam mencegah stunting. Program lima program Quick Win, diharapkan mampu memperkuat kesehatan ibu dan anak, mendukung pencegahan stunting sejak dini, meningkatkan ketahanan keluarga, serta mendorong peningkatan kualitas hidup lansia, juga menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” jelasnya.

Sementara itu, Dr.Dadi Roswandi Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat menerangkan,
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan perencanaan jumlah anak, tetapi juga mencakup kualitas pengasuhan, pemenuhan gizi, kesehatan keluarga, keterlibatan orang tua, serta perhatian terhadap kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Menurutnya, dengan memperkenalkan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, dalam sosialisasi tersebut, dan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN menjadi bagian penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai berbagai upaya pemerintah dalam membangun keluarga yang berkualitas, sehat, mandiri, dan sejahtera.

Dr.Dadi Roswandi juga menguraikan mengenai program-program tersebut meliputi:
1. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
TAMASYA merupakan program yang mendorong penguatan layanan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas. Program ini mendukung tumbuh kembang anak melalui pengasuhan yang tepat sekaligus membantu orang tua, khususnya keluarga yang memiliki tanggung jawab pekerjaan, agar kebutuhan pengasuhan anak tetap terpenuhi.
2. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
GATI mendorong peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak serta kehidupan keluarga. Kehadiran ayah secara aktif, baik dalam memberikan perhatian, membangun komunikasi, maupun mendampingi tumbuh kembang anak, merupakan bagian penting dalam membentuk keluarga yang harmonis.
3. SIDAYA (Lansia Berdaya)
SIDAYA merupakan program pemberdayaan lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat. Program ini juga mengajak keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lansia, termasuk melalui dukungan sosial, kegiatan pemberdayaan, dan pendampingan sesuai kebutuhan.
4. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
GENTING mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk membantu keluarga berisiko stunting. Dukungan dapat diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, pendampingan keluarga, serta bantuan lain sesuai kebutuhan sasaran. Upaya ini diharapkan memperkuat pencegahan stunting sejak dini dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
5. MBG 3B (Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD)
Program MBG 3B menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Pelaksanaan program ini membutuhkan koordinasi dan pendampingan agar distribusi makanan bergizi berjalan tepat sasaran serta mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

Kelima program tersebut memiliki sasaran yang saling melengkapi, mulai dari pengasuhan anak, penguatan peran ayah, pemberdayaan lansia, pencegahan stunting, hingga pemenuhan gizi kelompok prioritas. Implementasinya membutuhkan keterlibatan keluarga, kader, pemerintah daerah, mitra kerja, serta unsur masyarakat.

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan sosialisasi ini mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menyampaikan informasi program kepada masyarakat. Dukungan mitra kerja dan tokoh masyarakat diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan edukasi sehingga program pembangunan keluarga dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memperkenalkan program prioritas, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga, pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, pengasuhan yang berkualitas, serta perhatian terhadap kelompok rentan.

Pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif keluarga dan lingkungan masyarakat dalam menjalankan praktik pengasuhan, menjaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi penerus.

“Wujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas. Melalui Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di desai cicau, kecamatan cikarang pusat, kab. Bekasi, provinsi Jawa Barat ini diharapkan masyarakat semakin mengenal dan memahami program-program Kemendukbangga/BKKBN serta manfaatnya bagi kehidupan keluarga.

Sinergi antara pemerintah, mitra kerja, tenaga pendamping, dan tokoh masyarakat diharapkan terus diperkuat agar upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dimulai dari keluarga. Dengan keluarga yang sehat, tangguh, berdaya, dan berkualitas, pembangunan manusia Indonesia dapat berjalan secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas.
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menjalankan tugas di bidang kependudukan, pembangunan keluarga, dan keluarga berencana melalui berbagai program yang mendukung terwujudnya keluarga berkualitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” urainya. (Ud)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button