Perkuat Pengelolaan Sampah, Pemkab Mojokerto Dorong Optimalisasi Bank Sampah Perangkat Daerah

Mojokerto, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus mendorong penguatan pengelolaan sampah melalui pembentukan dan optimalisasi bank sampah di lingkungan perangkat daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumber sekaligus mengurangi beban sampah yang harus ditangani di tempat pemrosesan akhir.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, saat membuka Sosialisasi Bank Sampah dan Pembinaan Lomba Bank Sampah Antar Perangkat Daerah se-Kabupaten Mojokerto, Senin (28/9) pagi, di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto.
Bupati mengatakan, sampah merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari yang perlu dikelola secara bersama. Sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan persoalan bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Pengelolaan sampah perlu menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah mempunyai peran dalam menyiapkan kebijakan, sarana, pembinaan, dan sistem pengelolaan. Pada saat yang sama, keberhasilannya sangat ditentukan oleh kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barraa.
Menurutnya, pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari sumber dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah seperti kertas, kardus, botol plastik, logam, maupun jenis sampah lainnya yang masih memiliki nilai dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali sehingga memberikan manfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Gus Barra menjelaskan, bank sampah menjadi salah satu sarana untuk membangun kebiasaan tersebut. Melalui sistem bank sampah, sampah yang telah dipilah dapat dikumpulkan, ditimbang, dicatat, kemudian disalurkan sesuai jenis dan nilai ekonominya.
“Konsepnya sederhana, sampah yang sudah dipilah dikumpulkan, ditimbang, dicatat, kemudian disalurkan sesuai jenis dan nilai ekonominya. Sistem ini membutuhkan ketertiban dan konsistensi,” jelasnya. (Ni)








