Pertanian Komunal Trawas Jadi Model Kemandirian Ekonomi Mojokerto

Mojokerto, harianjatim.net – Pemkab Mojokerto meluncurkan Pertanian Komunal Bersama Milenial yang digelar di Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur, Dusun Kemloko, Desa Trawas, Kecamatan Trawas, pada Rabu (15/10) sore.
“Melalui konsep pertanian komunal, Kabupaten Mojokerto berupaya menghadirkan model kolaboratif antara petani dan milenial. Sistem ini mendorong pengelolaan lahan secara kolektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi langkah nyata membangun pertanian Mojokerto yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” terang Ludfi Kadis Pertanian setempat.
Program Pertanian Komunal Bersama Milenial tahun 2025 mencakup beberapa kegiatan, antara lain pelatihan manajemen usaha kambing perah, bantuan 33 ekor indukan kambing, 2 unit freezer, serta 1 unit mesin pengolahan kompos. Diharapkan, dukungan tersebut dapat meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Hasil dari pertanian ataupun peternakan Mandiri Jaya Makmur ini luar biasa. Rasio hasilnya 70-30, dan yang istimewa adalah adanya generasi penerus. Program ini sudah berjalan 10 tahun dan memiliki generasi muda yang siap meneruskan. Hal ini jarang dimiliki serta jarang dilakukan oleh kelompok tani lain di Kabupaten Mojokerto,” ujar Bupati Albarra.
Ia juga menilai keberhasilan kelompok ini tak lepas dari peran generasi muda yang siap meneruskan usaha pertanian dan peternakan dari para pendahulunya. Menurutnya, regenerasi petani merupakan hal penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto.
“Kami berharap dengan adanya pertanian komunal seperti ini, dapat menjadi bagian dari visi-misi kami yang menyangkut ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan menjaga luasan lahan. Mandiri Jaya Makmur bisa menjadi contoh yang dapat diteladani petani lainnya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Albarra juga memperkenalkan produk unggulan baru hasil inovasi pertanian Mojokerto, yakni Pisang Moca Anjasmara singkatan dari Mojokerto Cavendish Anjasmara.
Pisang ini memiliki cita rasa manis alami dengan bobot tandan mencapai 65 kilogram.
“Jika setiap desa di Mojokerto memiliki satu produk unggulan seperti Pisang Moca Anjasmara, maka kita tidak hanya bicara pertanian, tetapi juga ekonomi kreatif berbasis hasil bumi. Para petani sejatinya adalah pengusaha tani yang mampu menghasilkan nilai ekonomi yang bisa menghidupi dirinya dan orang-orang di sekitarnya,” tutur Bupati. (Nin)








