
JAKARTA, harianjatim.net — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas mendorong Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) memperkuat peran sosial serta mengawal aspirasi perempuan melalui komunikasi dan kolaborasi bersama parlemen di Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026.
“Artinya, aspirasi BKMT memiliki banyak pintu untuk diperjuangkan di parlemen. Tugas kita adalah membuat pintu-pintu itu saling terhubung,” ujar Ibas dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.
Hal tersebut disampaikan Ibas dalam silaturahim kebangsaan bersama Pimpinan Pusat BKMT di Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026, yang membahas sejumlah isu penting terkait kebutuhan masyarakat luas.
Menurut Ibas, berbagai aspirasi yang dibawa oleh BKMT mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan sosial, UMKM, ekonomi masyarakat, hingga ketahanan keluarga.
Ibas menilai BKMT memiliki modal sosial yang sangat besar melalui jaringan majelis taklim di berbagai daerah yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan memperluas manfaat program pemerintah.
“BKMT adalah tempat ilmu bertemu dengan pengabdian. Tempat perempuan bertemu dengan kekuatan. Karena itu, kita harus siap bersinergi dan siap berkolaborasi,” kata Ibas.
Ibas menekankan bahwa komunikasi antara BKMT dan parlemen tidak boleh berhenti sekadar pada pertemuan formal, melainkan harus menghasilkan langkah konkret yang sesuai dengan kebutuhan riil di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar pertemuan formal. Ini adalah pertemuan hati. Ini adalah silaturahim kebangsaan. Yang lebih penting, ini adalah kesempatan untuk saling mendengar, saling menguatkan, dan bersama-sama memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk Indonesia,” ujar Ibas.
Sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI turut menyampaikan berbagai gagasan kolaborasi sesuai dengan bidang kerja di komisi masing-masing.
Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra menawarkan pelibatan perempuan dan ustazah di lingkungan majelis taklim sebagai pendamping sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM.
“Ibu-ibu majelis taklim berkesempatan menjadi pendamping halal, membantu masyarakat UMKM memproses kehalalannya dengan cara self-declare,” kata Nanang.
Anggota Komisi IX DPR RI Cellica Nurrachadiana mendorong adanya kerja sama bersama BKMT dalam memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis atau CKG serta memberikan perlindungan bagi guru ngaji sebagai pekerja informal melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
“Guru ngaji adalah salah satu pekerja informal yang bisa kami fasilitasi. Iurannya terjangkau, tetapi cakupan perlindungannya sangat bermanfaat bila terjadi kecelakaan kerja,” ujar Cellica.
Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo melihat adanya peluang besar dalam kerja sama bidang pendidikan, dakwah, serta pengembangan pariwisata halal di tanah air.
“Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar, focal point pariwisata halal seharusnya ada di Indonesia. Ini yang bisa kita kerjakan bersama,” kata Bramantyo.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Hasan menekankan pentingnya penguatan ekonomi keluarga yang ditopang melalui sektor UMKM dan koperasi.
“Kita perkuat spiritual dan keimanannya, tetapi kita perkuat juga ekonominya,” ujar Marwan.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Ibas meminta kepada seluruh jajaran BKMT agar terus aktif menyampaikan aspirasi sekaligus mengawal setiap kebijakan serta penganggaran negara agar tepat sasaran menjawab kebutuhan masyarakat.
“Suara BKMT harus terus disampaikan. Aspirasi, pandangan, dan masukannya kita pastikan menjadi bagian dari upaya mewujudkan tujuan bernegara: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Ibas.
Ibas juga mengajak BKMT untuk terus memperkuat kolaborasi yang solid serta menghadirkan lebih banyak solusi nyata bagi masyarakat Indonesia.
“Jangan setiap hari kita memperbesar masalah. Mari kita perbesar solusi. Masih ada tantangan, tetapi ada peluang jika kita bersatu,” ujar Ibas.( wa/an)








