Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Mojokerto, harianjatim.net – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengikuti workshop pengelolaan sampah di Jepang, 26-30 Januari 2026. Kegiatan ini adalah undangan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI).
“Program ini memberikan banyak pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi teknis dan regulasi, tetapi juga bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” kata Ning Ita, Jumat (30/1).
Di momen ini, Ning Ita juga memaparkan sejumlah praktik pengelolaan sampah yang telah dijalankan. Melalui kolaborasi TPS3R di Kelurahan Magersari bersama Rekosistem dan mitra Jepang, Kota Mojokerto berhasil menurunkan timbulan sampah hingga 46,53 persen pada tahun 2025 melalui daur ulang, pengomposan, serta pengurangan sampah dari sumbernya.
Ning Ita menambahkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto mengimplementasikan Program Ibu Meguru yang memberdayakan ibu rumah tangga sebagai pelaku utama pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Program ini didukung dengan kantong sampah khusus serta sistem insentif, dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku,” terangnya
Selama mengikuti workshop di Jepang, Ning Ita melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan sampah di JFE dan J-Circular, Kawasaki dan Meguro, pembelajaran kelas terkait regulasi pengelolaan sampah di Jepang, implementasi di Kota Osaki dan SOO Recycling, serta penerapan mekanisme Extended Producer Responsibility (EPR) oleh JCPRA memberikan wawasan berharga mengenai sinergi antara teknologi, sektor swasta, tata kelola pemerintahan, dan partisipasi masyarakat.
Dengan mengikuti workshop di Jepang tersebut Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta. Setelah berhasil dengan pengelolaan sampah Bersama Rekosistem dan Perusahaan konsorsium Jepang, Ning Ita berharap akan berlanjut untuk pengelolaan sampah di Sungai.
“Ke depan semoga ada sinergi tentang pengelolaan sampah di sungai, karena Kota Mojokerto dialiri 7 anak sungai, dan saat ini Tengah mengembangkan wisata sungai di Taman Bahari Mojopahit (TBM),” pungkasnya. (Ud)








