Rumah Terapi Garizmu Jember Ajak Masyarakat Hapuskan Stigma Negatif Terhadap Anak Autis

Jember, harianjatim.net – Yayasan Rumah Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Gapai Rizqi Mulia (Garizmu) di Kabupaten Jember mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak autis dan berhenti memberikan stigma negatif terhadap mereka yang berkebutuhan khusus.
Ketua Yayasan Rumah Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Garizmu, Rizma Endah Susanti, menyampaikan pada hari Sabtu, 11 April 2026, bahwa seminar ini digelar sebagai kampanye untuk mengedukasi masyarakat mengenai keberadaan anak autis yang cukup banyak di Jember guna meningkatkan kesadaran, penerimaan, serta inklusi bagi penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD).
Rizma Endah Susanti menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 400 anak yang terdaftar untuk menjalani terapi di yayasan tersebut, namun hanya sekitar 150 anak yang melakukan terapi secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurut Rizma Endah Susanti, para orang tua yang memiliki anak autis menganggap bulan April sebagai waktu yang istimewa untuk melakukan berbagai kegiatan demi menyampaikan pesan kepada publik bahwa anak-anak ini membutuhkan dukungan dari semua pihak.
“Anak-anak autis itu sering mendapat stigma negatif, sering dibully di sekolah, dan orang tua yang keluar rumah dengan anak autis juga merasa tidak nyaman. Kami berharap itu tidak lagi terjadi,” kata Rizma Endah Susanti.
Sementara itu, konsultan terapis sekaligus Dosen Politeknik Kesehatan Surakarta, Tri Budi Santoso, menekankan bahwa orang tua yang memiliki anak autis harus mampu menerima kondisi buah hati mereka apa adanya dan belajar memahami sang anak secara menyeluruh.
“Setelah dua hal itu bisa dilakukan, baru mencari sekolah dan tempat terapi untuk kebutuhan anaknya. Tidak lupa membagi keseimbangan hidupnya, serta menyiapkan anak tersebut untuk masa depan dengan skil yang dimiliki dan membantu anak itu bisa mandiri,” ujar Tri Budi Santoso.
Harapan senada disampaikan oleh salah satu orang tua, Herwindo Wicaksono, yang menginginkan agar anak-anak autis di Jember dapat diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar serta memperoleh akses pendidikan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Hari Peduli Autisme Sedunia sendiri diperingati setiap tanggal 2 April sebagai momentum untuk menghapus anggapan keliru di tengah masyarakat yang masih sering menganggap autisme sebagai penyakit yang harus disembuhkan.
Dukungan terhadap penyandang autisme sangat dibutuhkan melalui penyediaan akses pendidikan inklusif, layanan kesehatan yang memadai, serta ruang publik yang ramah disabilitas agar mereka dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial pada hari-hari mendatang.(wa/ar)








