
Pasuruan, harianjatim.net – Perum BULOG Cabang Malang memastikan pasokan minyak goreng Minyakita di Kota Pasuruan dalam kondisi aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat pada hari Rabu, 16 April 2026.
Untuk menjaga ketersediaan, BULOG Malang menyalurkan tambahan 9.600 liter Minyakita atau setara 800 karton ke sejumlah pasar di wilayah setempat.
“Untuk memperkuat pasokan di Pasuruan, hari ini kami kembali menggelontorkan 800 karton atau setara 9.600 liter Minyakita ke pasar di Kota Pasuruan, seperti Pasar Besar, Pasar Karangketug, Pasar Gadingrejo, dan Pasar Kebonagung,” kata Pemimpin Cabang BULOG Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, dalam keterangan diterima di Pasuruan.
Menurut M. Nurjuliansyah Rachman, distribusi difokuskan pada pasar tradisional dan titik penjualan strategis agar pasokan di tingkat pengecer tetap stabil dan mudah dijangkau masyarakat.
Hingga kini, total distribusi Minyakita di Kota Pasuruan telah mencapai 70.056 liter melalui berbagai kanal penyaluran, baik tradisional maupun modern.
Penyaluran tersebut meliputi pasar Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) sebanyak 13.404 liter, toko atau agen 29.748 liter, ritel modern 12.000 liter, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) 3.000 liter, serta Rumah Pangan Kita (RPK) sebanyak 11.904 liter.
Menurut M. Nurjuliansyah Rachman, keseluruhan penyaluran Minyakita di wilayah Malang Raya dan Pasuruan Raya telah mencapai 726.506 liter, dengan Kota Malang menjadi penerima terbesar disusul Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, dan Kota Batu.
M. Nurjuliansyah Rachman menilai, apabila masih ditemukan keterbatasan, hal tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan secara bersamaan serta distribusi di tingkat pengecer yang belum merata.
BULOG memastikan masih memiliki cadangan stok Minyakita yang siap disalurkan sebanyak 18.780 liter kemasan satu liter dan 1.800 liter kemasan dua liter untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
“Kami pastikan stok tersedia dan distribusi terus kami perkuat. Kami mengimbau pedagang menjual sesuai harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Mulyono, menjelaskan distribusi tersebut bukan hanya menjamin ketersediaan komoditas, melainkan juga untuk memperketat pengawasan harga demi melindungi daya beli konsumen.
Mulyono menegaskan, petugas di lapangan akan memantau secara berkala guna memastikan pedagang menjual komoditas tersebut sesuai harga ketentuan.(wa/ar)








