Pemkab Mojokerto Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ini Alasannya

Mojokerto, harianjatim.net – Pemkab Mojokerto mendukung gerakan sensus ekonomi sebagai upaya penyediaan data yang akurat dan berkualitas.
“Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan biasa, melainkan investasi bersama untuk masa depan ekonomi Indonesia, khususnya Kabupaten Mojokerto. Melalui data yang kuat, pemerintah dapat menyusun program pembinaan, membuka akses modal, merencanakan pembangunan infrastruktur, hingga memperluas peluang pasar,” ujar Wabup M. Rizal Octavian saat menghadiri acara Kolaborasi Kabupaten Mojokerto untuk Sensus Ekonomi (SE2026) di Smart Room, Satya Bina Karya (SBK), Pemkab Mojokerto, Senin (25/5) siang.
Dalam acara ini diadakan Penandatanganan Komitmen Bersama sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya SE2026. Komitmen ini melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari jajaran Forkopimda, stakeholder Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga asosiasi pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto.
Kabupaten Mojokerto memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang. Dengan luas wilayah mencapai 969,36 kilometer persegi yang terbagi dalam 18 kecamatan serta 304 desa/kelurahan, daerah yang dikelilingi Gunung Penanggungan, Gunung Pundak, dan Gunung Lorokan tersebut dihuni lebih dari 1,16 juta jiwa.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 5,56 persen atau meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga mengalami kenaikan sebesar 4,79 persen menjadi Rp105,45 juta. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Mojokerto sebagai penyumbang perekonomian terbesar ketujuh di Provinsi Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 3,65 persen.
Struktur ekonomi Kabupaten Mojokerto saat ini masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 58,49 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 10,16 persen dan sektor pertanian sebesar 7,24 persen.
Selain itu, efisiensi investasi di Kabupaten Mojokerto juga dinilai cukup baik. Berdasarkan data tahun 2018 hingga 2025, nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Kabupaten Mojokerto tercatat konsisten berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut menunjukkan bahwa iklim investasi di Kabupaten Mojokerto relatif lebih efisien dan produktif.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga dinilai selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto Tahun 2025-2029, yakni ‘Terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang Lebih Maju, Adil, dan Makmur’. Terutama dalam mendukung misi penguatan kemandirian ekonomi masyarakat, koperasi, UMKM, hingga BUMDesa, serta pembangunan infrastruktur penunjang pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan BPS adalah kunci utama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif agar Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (Ni)








