Daerah

Komisi A DPRD Jatim dan Pol PP Bentuk Redkar di Kota Mojokerto, 70 Personil Baru Dikukuhkan

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jatim, Sumardi saat mengingatkan potensi kebakaran pada redkar.

Mojokerto, harianjatim.net – Kota Mojokerto menjadi pilot project pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dapil Mojokerto-Jombang. Gebrakan politisi Golkar yang berstatus anggota Komisi A DPRD Provinsi Jatim, Sumardi itu demi melibatkan masyarakat sadar bencana. 

Sebanyak 70 relawan baru dikukuhkan melalui program kemitraan strategis antara Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dan Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Ini sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Pengukuhan relawan dilakukan dalam kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Relawan Pemadam Kebakaran dan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran yang berlangsung selama dua hari di Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto, Rabu–Kamis (16–17/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur Andik Fadjar Tjahjono, anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur Sumardi, Kasatpol PP Kota Mojokerto Ary Setiawan, Camat Prajuritkulon, serta perwakilan Polsek setempat.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya dibekali materi teori, tetapi juga praktik langsung penanganan kebakaran. Mereka belajar menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), simulasi pemadaman menggunakan mobil damkar dan media drum api, hingga penanganan berbagai kondisi darurat non-kebakaran.

Materi yang diberikan meliputi evakuasi ular yang masuk permukiman, melepas cincin yang tersangkut di jari, menangani kebocoran tabung LPG, hingga teknik penyelamatan dasar yang kerap dibutuhkan masyarakat. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan relawan dalam memberikan pertolongan pertama sebelum petugas tiba di lokasi. Pemateri dari dinas terkait. 

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, mengatakan pembentukan relawan damkar merupakan bentuk sinergi antara DPRD dan Satpol PP Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Komisi A dan Satpol PP merupakan mitra strategis dalam menjalankan program. Kita akan membentuk relawan kebakaran di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Targetnya seluruh 38 daerah memiliki relawan yang siap membantu petugas,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, keberadaan relawan sangat penting untuk mengatasi keterbatasan jumlah personel pemadam kebakaran di daerah. Kehadiran relawan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan respons awal saat terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.

“Program ini menjadi perhatian kami. Pembentukan relawan ini merupakan tugas bersama antara Satpol PP dan BPBD agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Andik Fadjar Tjahjono, mengatakan pembentukan relawan merupakan implementasi kebijakan Kementerian Dalam Negeri tentang pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berbasis masyarakat.

“Dari 100 peserta, hari ini terbentuk 70 relawan baru. Mereka nantinya akan menjadi agen edukasi sekaligus membantu penanganan kebakaran dan penyelamatan di lingkungan masing-masing. Program ini akan terus dikembangkan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur,” jelasnya.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Ary Setiawan, menegaskan bahwa penanggulangan kebakaran bukan semata menjadi tanggung jawab petugas damkar, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Personel damkar Kota Mojokerto yang bertugas setiap hari sangat terbatas, hanya tujuh orang dalam sistem siaga 24 jam. Karena itu, kehadiran relawan menjadi kekuatan tambahan yang sangat penting dalam mempercepat penanganan keadaan darurat,” pungkasnya. (Ud) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button