Aksi Damai Mahasiswa Unikama di Sambut Rektor dan ketua Yayasan

MALANG,Harianjatim.net – Menyikapi kondisi terkini Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) pasca aksi damai yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unikama Bergerak, Kamis (22/1/2025).
Puluhan mahasiswa ini menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Rektorat Unikama, Aksi damai yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini berlangsung tertib di bawah pengawalan keamanan internal kampus. Mereka berjalan ke lorong kampus sambil membentangkan spanduk, berorasi hingga depan gedung rektorat kampus setempat.
Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si saat menemui peserta aksi menyampaikan banyak terima kasih atas aspirasi, masukan, dan kritikan pada kami. “tentu aspirasi yang saudara sampaikan kami kaji dan kami tindaklanjuti dengan memperhatikan skala prioritas”, ucapnya.
Secara terpisah, Drs. Agus Priyono, MM selaku ketua pengurus Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) PGRI Malang yang sah, menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam bentuk aksi damai. Aksi damai tadi relatif berjalan baik dan tertib. Aspirasinya tersampaikan dengan baik pula.
Ini menunjukkan iklim demokrasi di kampus cukup inklusif dan dinamis. “Tidak ada yang anti kritik untuk kemajuan Unikama”, ujarnya.Terkait beberapa tuntutan mahasiswa, Agus, sapaan akrab ketua PPLP-PT PGRI Malang sah tercatat pada Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) Kementerian Hukum tertanggal 19 September 2025 ini juga meminta kepada Rektor agar tidak alergi kritik, bangun komunikasi yang baik untuk kemajuan Unikama menjelang usianya ke-69 tahun.
“Saya kira, pak rektor dan wakil rektor segera menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan dan aspirasi mahasiswa, PPLP-PT PGRI Malang yang saya pimpin siap mendukung kebijakan rektor untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek, terutama untuk kenyamanan perkuliahan, dan melaksanakan aktifitas mahasiswa dalam optimalisasi bakat minat”, ungkapnya.
Selain itu, ia juga berharap kedepan akan kita lakukan Diskusi dan Sharing bersama antara para aktivis mahasiswa, PPLP, Rektorat untuk menemukan ide-gagasan, bahkan masukan yang inovatif dari berbagai elemen, termasuk mahasiswa. Dengan demikian, kemajuan kampus ini kita pikirkan bersama-sama untuk menemukan hal unik dari Unikama sebagai kampus multicultural.
Hal ini menegaskan kembali bahwa kampus Unikama milik publik, bukan keluarga, apalagi perorangan yang mengaku ahli waris. “ini juga sudah dipertegas sebagaimana dalam akta nomor 71 tertanggal 13 Desember 2013 mengenai asset PPLP-PT PGRI Malang”, bebernya.Jadi, menurut Agus jika ada yang mengaku pengurus PPLP diluar kepengurusan saya, maka bisa pastikan mereka melakukan perbuatan melawan hukum, dan ini yang kita lawan. Karena akan mengancam keberlangsungan kampus kebanggaan warga masyarakat.
Bukan itu saja, tegas Agus jika ada pemberitaan selain dari kepengurusan kami yang sah, jelas ini mengarah pada adu domba mahasiswa yang sedang menyalurkan aspirasinya. “Untuk itu, hati-hatilah mahasiswa, dan berpikirlah objektif-rasional dalam menyikapi dinamika kampus yang kita banggakan”, tutup Agus.








