Pendidikan

Dikbud Kota Mojokerto Tularkan Peningkatan SPMI, Literasi, Numerasi dan Digitalisasi Melalui Kasek 

Kepala Bidang Pendidikan SMP Dikbud Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa berbicara dengan para kepala sekolah SMP se-Kota Mojokerto, Senin (27/7) di aula Dikbud Kota Mojokerto. 

Mojokerto, harianjatim.net – Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), literasi, numerasi, dan digitalisasi pembelajaran jadi target Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto untuk mendongkrak mutu pendidikan. 

Poin penting ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan SMP Dikbud Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa kepada kepala sekolah SMP se-Kota Mojokerto, Senin (27/7) di aula Dikbud Kota Mojokerto. 

“Perubahan dunia pendidikan saat ini sangat cepat. Sekolah tidak cukup hanya menyelenggarakan pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjamin mutu secara berkelanjutan, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan bermakna,” ujarnya mewakili Plt. Kepala Dikbud  Agung Moeljono 

Dikbud Kota Mojokerto tengah menyamakan pemahaman para pengelola sekolah mengenai penerapan SPMI sebagai bagian dari budaya mutu. Kegiatan di aula Dikbud tersebut dipandang mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Kita mau mengoptimalkan digitalisasi pembelajaran agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era saat ini,” tandas Putra.

Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan ditentukan juga peran kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Oleh sebab itu, Putra berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan bagi peserta, tetapi dapat diterapkan dan ditularkan kepada seluruh warga sekolah.

“Peran Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan TPMPS menjadi sangat penting. Ketiga unsur ini merupakan penggerak utama dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” katanya.

Ia juga mendorong kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai forum untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menemukan berbagai praktik baik yang dapat dikembangkan di masing-masing sekolah.

Dengan demikian, inovasi yang lahir dari kegiatan pengimbasan diharapkan tidak sekadar menjadi program administratif, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

“Kita jadikan kegiatan ini sebagai forum untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, serta saling belajar sehingga lahir berbagai inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik,” tuturnya.

Putra juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan aktif dan terbuka terhadap berbagai gagasan baru. Menurutnya, kolaborasi antarsekolah menjadi salah satu kunci untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya wawasan dan pengalaman. Semoga apa yang kita ikhtiarkan bersama memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan pendidikan,” pungkasnya.

Kegiatan Pengimbasan Materi SPMI, Literasi, Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya mutu sekaligus menghadirkan proses pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.(ud)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button