Gus Ilyas Raih Influential Leader Awards 2026, Dinobatkan Tokoh Muda Inovator Pendidikan

Mojokerto, harianjatim.net – Koordinator SMA-MAU Berbasis Pesantren Amanatul Ummah, Muhammad Ilyas, meraih penghargaan Influential Leader Awards 2026 dalam kategori Tokoh Muda Innovator Pendidikan Indonesia. Penghargaan dari Pusat Kajian Tokoh-Tokoh Nusantara itu diserahkan di aula Pascasarjana Universitas Abdul Chalim, Sabtu (9/5/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Ilyas itu menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh keluarga besar lembaga pendidikan di bawah naungan Amanatul Ummah. Mulai dari MBI Amanatul Ummah, SMP, hingga SMA unggulan berbasis pesantren.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen panjang dalam membangun sistem pendidikan berkualitas di lingkungan pesantren.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras bersama dalam mengembangkan pendidikan di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto maupun Amanatul Ummah secara keseluruhan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan, capaian yang diraih selama ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Mulai dari jajaran pimpinan lembaga, fungsionaris, tenaga pendidik, hingga para guru yang terus berupaya meningkatkan kualitas serta prestasi santri.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para santri dan wali santri yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan lembaga pendidikan di bawah naungan Amanatul Ummah.
Gus Ilyas menilai integritas, dedikasi, profesionalisme, serta kesungguhan dalam mendidik menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan pesantren yang adaptif, unggul, dan kompetitif tanpa meninggalkan nilai keislaman serta semangat kebangsaan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat mutu akademik, pembentukan karakter, serta inovasi kelembagaan agar pesantren semakin berkembang.
“Dengan sinergi yang kuat, MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto dan Pondok Pesantren Amanatul Ummah diharapkan terus menjadi rujukan pendidikan pesantren unggulan di Indonesia,” katanya.
Ia juga mengaku sempat ragu saat mendapat kabar mengenai penghargaan tersebut. Bahkan, dirinya sempat berdiskusi dengan sejumlah rekan sebelum akhirnya memutuskan menerima penghargaan itu.
Menurutnya, seseorang tidak perlu menutupi kebaikan yang telah dilakukan karena terkadang orang lain justru lebih dulu melihat potensi tersebut.
Di akhir pernyataannya, Gus Ilyas menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru yang telah berkontribusi dalam membimbing para santri hingga mampu meraih berbagai prestasi membanggakan.
(Ud)








