Haul Syaikh Wuryadi Pangeran Senopati Giri, Kades Gredek : Kesempatan Penuh Berkah Mari Guyub Rukun
Gresik, harianjatim.net – Suasana khidmat nampak terasa dalam haul ke-VII Syaikh Wuryadi Pangeran Senopati Giri atau Raden Rogojati sesepuh Desa Gredek sekaligus keluarga Giri Kedaton. Ratusan warga tumplek-blek khusyuk mengikuti prosesi kegiatan yang berpusat di makam sesepuh itu, Kamis (19/9/2025) malam.
Panjatan doa khatam Quran jadi pembuka acara dilanjut sholawat, tabur bunga di makam sesepuh ulasan singkat sejarah Syaikh Wuryadi, siraman rohani kemudian ditutup pembacaan doa.
Kades Gredek, M.Bahrul Ghofar mengungkapkan rasa syukurnya bisa menyelegarakan kegiatan yang diadakan setahun sekali.
“ Semoga diberikan kelimpahan kesehatan, rejeki sehingga dipertemukan kembali di haul tahun depan,” ungkap Ghofar dalam sambutannya.
Ia mewakili segenap jajaran pemerintahan desa dan kelembagaan, RT maupun RW berterimakasih atas segala bentuk partisipasi semua warga, moril maupun materil.
“ Tanpa dukungan semua warga kegiatan tidak dapat terselengara. Semoga yang jadi niatan kita, haul maupun sedekah bumi jadi keberkahan buat kita semua. Sehat walafiat, banyak rejeki barokah dan bisa bermanfaat untuk orang lain,” tandas Ghofar.
Ghofar menyebut sejumlah kegiatan yang diadakan merupakan kesempatan penuh berkah, menjaga guyub rukun ditengah kondisi masyarakat yang majemuk.
“ Gredek bisa seperti yang sekarang bukan peranan satu atau dua orang. Melainkan karena kita semua, bisa satu kesatuan, masyarakat guyub rukun ayo kita jaga,” serunya.
Ia mengingatkan serangkain kegiatan haul maupun sedekah bumi bukan karena paksaan melainkan keyakinan yang berangkat dari hati masing-masing secara alamiah. Desa Gredek tidak asal ada, jatuh dari langit. Semua ada yang menapak tilas dan nguri-uri memperjuangkan sampai jadi sebuah desa yang namanya Gredek.
“ Kita sudah diberikan nikmat tinggal meneruskan dan mengingatnya aja, apa tidak mau, apa tidak keterlaluan anak cucumya,” tanya Ghofar kepada warganya di acara haul sesepuh.
Selain itu jajaran perangkat desa harus bekerja 24 jam tambah 1 jam.
“ Sering saya ingatkan kepada para perangkat desa, tugas kita melayani warga. Bekerja penuh sehari,” tambah Ghofar.
Ghofar juga meminta maaf pemdes belum bisa memberikan dukungan yang maksimal.
“ Mewakili jajaran segenap pemdes mohon maaf belum bisa suport maksimal,” pungkasnya.
Sementara Gus Syaiful Arif budayawan sekaligus sejarawan mengulas sejarah Syaikh Wuriyadi yang merupakan cucu Sunan Giri. Anak dari Syaikh Amir Abdullah yang mempunyai jabatan Sunan Kidul di Giri Kedaton. Sunan kidul merupakan anak Sunan Giri. Makamnya terletak di komplek Makam Sunan Giri.
“ Sunan Kidul Putra keempat dari Sunan Giri. Sementara Syaikh Wuryadi putra ke sembilan dari Sunan Kidul dari sepuluh bersaudara,” ungkap Gus Syaiful, saat mengulas sejarah Syaikh Wuryadi.
Syaikh Wuryadi punya gelar senopati karena peranannya berhasil mengahalau dan mumukul mundur pasukan Kerajaan Mataram.
“ Waktu itu beliau (Syaikh Wuryadi) diutus Sunan Agung Giri menghalau serangan mataram hingga bisa memukul mundur pasukan mataram. Pertempuran itu dimulai di Desa Gredek. Saat, itu pasukan mataram terpukul mundur ke Jenggolok, Metatu hingga Mantup. Atas keberhasilannya mbah Agung Giri memberi Gelar senopati,” jelas pendiri Yayasan Nawanata Arya ini.
“ Giri Kedaton tidak pernah diruntukan Mataram,” tambahnya.
Syaikh Wuryadi keturunan keluarga Giri Kedaton dapat dikenali di desain makamnya. Makam beliau nisannya memakai kurawa menyerupai huruf m. Model nisan seperti ini hak cipta makam giri kedaton selain naga kembar.
“ Siapa yang memakai nisan tersebut berarti ada keturunan dari keluarga giri kedaton. Beliau asli keturunan keluarga giri kedaton,” papar Gus Ipul.
Selain identifikasi makam lanjut Gus Syaiful jejak sejarah ini tertulis di serat Kepancen Singo Negoro yang ditulis Sunan Agung Giri tahun 1696 masehi.
“ Kenapa Syaikh Wuryadi diberikan gelar syaikh karena selain senopati beliau merupakan pesiar agama,” pungkas pria pendiri yayasan bergerak di bidang budaya, sejarah dan pesiar agama ini.
Sementara KH. Moh Shofwan Toriq mengungkapkan acara haul mendoakan orang yang sudah meninggal, saudara, orang tua kita maupun Syaikh Wuryadi.
“ Orang meninggal butuh doa. Sangat butuh sekali. Orang meninggal nasibnya ibaratnya sama seperti orang yang sedang kelelep (tenggelam) air, minta ditarik melalui doa. Doa itu dari sanak saudara, teman maupun anak. Doa lebih mahal daripada dunia seisinya,” papar Shofwan Toriq.
Doa bagi orang yang sudah meninggal tidak bisa ditunda-tunda.
“Mintanya sakdek saknyet, mereka butuhnya pitulungan,” tambah Shofwan Toriq.
Ia berpesan jika kita tidak ingin kesusahan hidup rutin membaca sholawat nabi sehari 500 kali bisa membantu.
“ Insyallah segala kesusahan hidup dimudahkan Allah SWT. Sholawat bisa dibaca selepas menjalankan sholat, tiap selesai sholat 100 kali. Jadi pas 500 kali,” tandas Shofwan.
“ Semoga kita semua dijadikan orang yang selamat dunia akhirat. Semoga Desa Gredek dibarokai Allah SWT,” harap Shofwan. Yang dilanjutkan panjatan doa sekaligus jadi penutup kegiatan.
Diketahui sebelumnya rangkaian kegiatan sedekah bumi dan haul Syaikh Wuryadi di Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik diisi seabrek kegiatan mulai pagelaran wayang kulit dan ludruk dengan lakon sumeleh Bumi Gredek yang mengkisahkan perjuangan seorang Kades menata desa demi warganya, (14/9/2025), Ikatan seni hadrah (Ishari) se-kabupaten Gresik dan Lamongan di Masjid Al-Muchlisin, (16/9/2025),istiqosah dan haul Syaikh Wuryadi, ( 19/9/2025) kemudian kegiatan Al Khidmah di makam sesepuh desa sebagai penutup rangkaian kegiatan, (21/9/2025). (dik)








