
SIDOARJO, harianjatim.net – Kabar duka mendalam kembali menyelimuti warga Sidoarjo.
Sebuah musibah memilukan terjadi pada Selasa (19/5/2026) siang di sebuah warung kopi (warkop) pinggir jalan kawasan Pager Wojo.
Seorang remaja perempuan bernama Wilda Niswatun Nadila yang merupakan putri tunggal dari Dewi Sukma, kader Partai Demokrat yang beralamat di Bluru, Sidoarjo, meninggal dunia setelah mengalami sengatan listrik yang mematikan.
Korban diketahui baru saja menyelesaikan pendidikannya di salah satu Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 1 Sidoarjo dan merupakan lulusan tahun ajaran 2025/2026.
Saat kejadian berlangsung, Wilda sedang berada di lantai dua bangunan warkop bersama dua orang temannya.
Mereka sedang duduk santai dan berbincang membahas rencana acara perpisahan sekolah.
Kondisi lantai dua saat itu terlihat sepi karena selain mereka bertiga, hanya ada dua pengunjung lain yang berada di lokasi tersebut.
Korban duduk di atas kursi berkerangka besi berhadapan dengan meja di lantai dua warkop tersebut.
Tepat di bawah tempat duduk korban, terpasang kabel listrik yang dipasang secara sembarangan.
Bagian lapisan pelindung kabel itu sudah terkelupas, sehingga arus listrik merambat ke seluruh rangka besi kursi.
Peristiwa nahas itu terjadi secara tiba-tiba karena saat tersengat arus listrik, tubuh Wilda langsung menegang kaku.
Secara tak sengaja, korban menyenggol gelas berisi air minum yang ada di atas meja.
Air yang tumpah tersebut justru memperparah keadaan karena berfungsi sebagai penghantar listrik tambahan, sehingga sengatan yang diterima korban menjadi jauh lebih hebat akibat air memperbesar konduktivitas arus.
Melihat kejadian itu, salah satu temannya segera berusaha memberikan pertolongan dan berupaya melepaskan Wilda dari kursi tersebut.
Namun, niat baik itu nyaris berujung fatal karena teman korban juga ikut tersengat arus listrik dan terpaksa melepaskan diri demi keselamatan dirinya.
Wilda tetap tidak bisa tertolong, sampai akhirnya aliran listrik mati sendiri.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Delta Surya Sidoarjo.
Setelah pemeriksaan medis dan visum luar oleh tim dokter pada sore harinya, korban dinyatakan meninggal dunia akibat sengatan listrik tegangan tinggi.
Pada pukul 20.00 WIB, jenazah dibawa menuju kota kelahirannya di Blitar.
Jenazah tiba di Blitar sekitar pukul 00.30 WIB, kemudian langsung dimandikan dan disiapkan untuk proses pemakaman.
Momen kepergian jenazah dari RSUD Delta Surya Sidoarjo malam kemarin berlangsung sangat haru.
Halaman rumah sakit dipenuhi oleh teman-teman sekolah, guru, kerabat, hingga teman sepermainan almarhumah.
Suara isak tangis pecah bersamaan saat mobil jenazah mulai bergerak meninggalkan lokasi, mengantar kepergian gadis muda yang ceria itu untuk selamanya.
Di tengah duka yang mendalam, ibunda almarhumah, Dewi Sukma, menyampaikan pesan perpisahan sekaligus permohonan maaf mewakili putri semata wayangnya.
Suaranya tak terbendung oleh tangisan dalam menyampaikan pesan terakhir untuk puteri tunggalnya.
”Mohon maafkan segala kesalahan dan khilaf yang pernah dilakukan anak saya selama ia masih hidup,” ujar Dewi Sukma.
Pemakaman direncanakan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 08.30 WIB di Taman Makam Umum Kota Blitar.
Peristiwa tragis ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola tempat usaha, baik skala kecil maupun besar, untuk lebih teliti dan memperhatikan aspek keamanan instalasi listrik di lingkungan usahanya.
Pemasangan kabel yang tidak beraturan dan perawatan yang kurang memadai terbukti dapat mengancam keselamatan nyawa pengunjung.
Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang demi keselamatan bersama.(wa/an)








