
SURABAYA, harianjatim.net – PT PLN (Persero) memperkuat sistem kelistrikan Surabaya, Jawa Timur, melalui kedatangan enam unit Interbus Transformer (IBT) 500/150 kV Waru berkapasitas besar yang telah mendarat di Pelabuhan Mirah Tanjung Perak, Surabaya pada hari Kamis, 16 April 2026.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) Hendro Prasetyawan menyatakan trafo-trafo raksasa ini merupakan komponen paling vital dalam pembangunan Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Waru.
“GISTET 500 kV Waru adalah salah satu proyek strategis paling kritikal di Jawa Timur. Tibanya enam unit IBT di Tanjung Perak ini menunjukkan bahwa seluruh rantai pasokan berjalan sesuai rencana,” katanya di Surabaya.
Hendro menuturkan infrastruktur ini dirancang untuk menjadi tumpuan distribusi daya besar guna menjamin stabilitas dan keandalan pasokan listrik bagi sektor industri, pusat bisnis, serta jutaan pelanggan di Surabaya dan sekitarnya.
Oleh sebab itu, kata Hendro, tibanya material utama ini menjadi bukti percepatan progres pembangunan GISTET Waru yang tengah dikerjakan secara masif.
Hendro menjelaskan trafo tersebut adalah jantung dari GISTET Waru yang nantinya akan mengelola aliran daya tinggi 500 kV ke sistem 150 kV untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat.
Mengingat dimensi dan bobot trafo yang sangat besar, proses pengiriman dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju lokasi proyek pembangunan GISTET 500 kV Waru di Waru memerlukan kendaraan angkut khusus berukuran besar (multi-axle).
Mobilisasi ini dijadwalkan dilakukan secara bertahap pada jam-jam dengan tingkat kepadatan lalu lintas rendah.
Manajemen PLN UIP JBTB pun menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat khususnya para pengguna jalan di rute Pelabuhan Tanjung Perak hingga area Waru atas potensi gangguan lalu lintas yang mungkin terjadi.
Hendro memastikan pihak PLN telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Polda Jawa Timur dan Dinas Perhubungan setempat untuk meminimalisir kemacetan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat mobilisasi alat berat ini. Pengiriman akan dikawal ketat oleh petugas untuk memastikan keamanan bagi pengguna jalan lain,” ujarnya.
Pembangunan GISTET 500 kV Waru dilakukan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Surabaya metropolis dan sekitarnya, sekaligus mendukung fleksibilitas operasional sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Hendro juga memastikan akan menyelesaikan proyek ini tepat waktu demi menghadirkan kualitas listrik yang tanpa kedip bagi warga Surabaya dan sekitarnya.
“Dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pembangunan dan mobilisasi alat ini sangat kami hargai demi kepentingan bersama dalam mewujudkan energi yang andal dan berkelanjutan,” kata Hendro.(wa/ar)








