
PONOROGO, harianjatim.net – Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengidentifikasi 64 kasus suspek campak sejak awal 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta melengkapi imunisasi untuk mencegah penularan pada hari Kamis, 16 April 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Anik Setyarini, di Ponorogo, mengatakan seluruh kasus suspek tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
“Total ada 64 suspek dan sampelnya sudah kami kirim ke laboratorium,” ujarnya.
Menurut Anik Setyarini, peningkatan jumlah suspek ini menjadi perhatian karena campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan balita.
Untuk menekan penyebaran, Dinkes Ponorogo mengintensifkan langkah pencegahan melalui pemantauan kasus, edukasi masyarakat, serta mendorong kelengkapan imunisasi dasar.
“Imunisasi lengkap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak dari risiko penularan campak,” katanya.
Anik Setyarini menjelaskan, gejala campak umumnya diawali demam tinggi, disertai pilek, kemudian muncul ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.
Selain itu, tanda lain dapat berupa bercak putih di dalam mulut serta mata merah.
Penularan dapat terjadi melalui percikan batuk atau bersin, maupun kontak langsung dengan penderita.
Dinkes juga meminta masyarakat yang mengalami gejala serupa segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan lebih lanjut dan mencegah penyebaran lebih luas.(wa/ar)








