Daerah

BPJS Kesehatan Gandeng Media, Luruskan Informasi JKN yang Sempat Simpang Siur

Mojokerto, harianjatim.net – BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto memperkuat kolaborasi dengan insan media melalui kegiatan sosialisasi dan peningkatan pemahaman Program JKN. Kegiatan berlangsung di Restoran XOW Mojokerto, Jumat (16/04).

“BPJS Kesehatan bersama media merupakan mitra penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami berharap, melalui kegiatan ini, informasi terbaru terkait Program JKN dapat dipahami secara utuh dan disampaikan secara benar, sehingga tidak menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto. 

Titus mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan JKN di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto kini telah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Hal ini menunjukkan hampir seluruh masyarakat telah terlindungi jaminan kesehatan, sehingga akses layanan menjadi lebih mudah, merata, dan berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan berbagai kemudahan yang disediakan BPJS Kesehatan untuk menjaga status kepesertaan tetap aktif. Di antaranya melalui fitur autodebit pada aplikasi Mobile JKN maupun kanal perbankan, yang memungkinkan pembayaran iuran dilakukan secara otomatis setiap bulan. 

Selain itu, terdapat Program REHAB yang memberikan kemudahan bagi peserta dengan tunggakan untuk melunasi iuran secara bertahap sesuai kemampuan.

“Kami terus menghadirkan kemudahan bagi peserta agar kepesertaan tetap aktif. Autodebit menjadi solusi bagi peserta yang rutin membayar iuran, sementara Program REHAB membantu peserta yang memiliki tunggakan agar dapat mencicil pembayaran. Dengan demikian, perlindungan kesehatan tetap terjaga tanpa harus khawatir keterlambatan pembayaran,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Sholahudin, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena mampu meluruskan berbagai informasi yang sebelumnya beredar simpang siur di masyarakat. Ia menyebut, penjelasan langsung dari BPJS Kesehatan memberikan pemahaman yang lebih utuh bagi insan media, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik menjadi lebih akurat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena banyak hal yang sebelumnya kurang tepat kini menjadi jelas, seperti isu pembatasan rawat inap hanya tiga hari atau anggapan layanan JKN tidak bisa digunakan di luar domisili, yang ternyata tidak benar. Kami juga semakin terdorong memanfaatkan layanan digital BPJS Kesehatan karena terbukti memudahkan. Ke depan, kami siap mendukung Program JKN agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tuturnya. (Ud) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button