
SURABAYA, harianjatim.net — Langkah besar diambil oleh Irvan Hits Production (IHP) dengan menggandeng nama besar seperti Richie Setiawan eks Five Minutes dan Pepep ST12 untuk menggebrak pasar musik nasional.
Pada hari Minggu, 21 Juni 2026, proyek besar ini dikonfirmasi bukan sekadar memproduksi lagu baru, melainkan menjadi jembatan strategis bagi talenta muda di Surabaya dan Jawa Timur agar bisa ikut bersinar di industri tanah air.
Perwakilan IHP, Ryo Milano, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan karya-karya musik yang mampu bersaing di pasar nasional.
Selain menggandeng talenta baru, IHP juga bekerja sama dengan musisi yang telah memiliki nama besar dan basis penggemar yang kuat.
“Kami ingin menjadi bagian dari perkembangan musik Indonesia. Karena itu, selain membina artis baru, kami juga bekerja sama dengan musisi yang sudah memiliki rekam jejak di industri,” ujar Ryo pada hari Minggu, 21 Juni 2026.
Menurut dia, proses produksi lagu tidak dilakukan secara terburu-buru.
IHP saat ini masih berada pada tahap pemilihan materi lagu terbaik yang akan dibawakan Richie Setiawan maupun ST12.
Proses tersebut melibatkan artis, manajemen, produser, hingga komposer agar karya yang dihasilkan sesuai dengan karakter penyanyi sekaligus kebutuhan pasar.
Ryo menegaskan IHP tidak hanya berfokus pada produksi lagu, tetapi juga menyiapkan strategi promosi yang matang.
Setiap karya yang dirilis akan dianalisis berdasarkan data dan tren pasar sehingga promosi dapat berjalan lebih efektif.
“Setiap artis memiliki karakter dan segmentasi pendengar yang berbeda. Karena itu, kami mempelajari statistik dan analitik pasar sebelum menentukan strategi promosi yang tepat,” katanya.
Pendekatan berbasis data tersebut, lanjut dia, menjadi salah satu cara IHP untuk memastikan setiap karya dapat menjangkau target pendengar yang sesuai.
Evaluasi dilakukan secara berkala dengan memantau perkembangan promosi, tingkat keterlibatan pendengar, hingga respons publik terhadap lagu yang dirilis.
Sebelumnya, IHP telah merilis single “Palsu” yang dibawakan Aris Idol.
Lagu tersebut kini masih dalam tahap promosi dan disebut mendapat respons positif dari pendengar melalui berbagai platform digital.
Selain mengembangkan artis yang telah bergabung, IHP juga berencana membuka audisi bagi talenta muda dari Surabaya dan Jawa Timur.
Audisi akan menyasar berbagai kategori, mulai penyanyi solo, duet, grup vokal, hingga band.
“Kami ingin menjadi wadah bagi talenta-talenta potensial yang selama ini mungkin belum memiliki kesempatan untuk berkembang secara profesional di industri musik,” ujar Ryo.
Menurut dia, IHP tidak membatasi usia maupun genre musik dalam proses penjaringan talenta.
Perusahaan ingin memberikan ruang bagi berbagai karakter dan warna musik yang berkembang di masyarakat.
Ryo juga menilai perkembangan Digital Streaming Platform (DSP) telah membawa perubahan besar bagi industri musik.
Kehadiran platform digital memungkinkan karya musisi menjangkau pendengar secara lebih luas tanpa batas wilayah.
“Sekarang distribusi musik jauh lebih terbuka. Kerja yang dirilis bisa didengar oleh siapa saja, bahkan hingga ke luar negeri. Ini menjadi peluang besar bagi musisi dan industri musik Indonesia,” katanya.
Melalui pengembangan artis, produksi karya baru, strategi promosi berbasis analitik, serta pemanfaatan platform digital, IHP berharap dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri musik nasional.(wa/an)








