BeritaLifestyleNasional

Bulog Siapkan Pengalihan Sebagian Cadangan Beras Pemerintah Jadi Premium

JAKARTA, harianjatim.net – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya menyiapkan pengalihan sebagian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras premium guna memperkuat pasokan nasional sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat Indonesia.

“Untuk kepastian pengalihan beras cadangan beras pemerintah menjadi premium itu nanti kita Rakortas kan dulu di Kemenko Pangan,” kata Rizal saat ditemui di sela inspeksi mendadak ke salah satu ritel modern di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Menurut Rizal, rencana pengalihan sebagian beras CBP yang saat ini tercatat lebih dari 5 juta ton ke beras premium dapat meningkatkan pasokan ke jaringan ritel modern hingga pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Namun, mengenai hal tersebut masih menunggu keputusan pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Rizal menyampaikan rencana rapat koordinasi telah diusulkan Perum Bulog yang semula dijadwalkan berlangsung pada Kamis (6/8/2026), dijadwalkan ulang dan dilaksanakan pada Senin (10/8/2026).

“Ya, ini nanti nunggu besok Rakortas rencananya hari Senin (10/8). Tadinya awalnya kan besok Kamis, terus ternyata diundur jadi hari Senin,” bebernya.

Dalam forum tersebut, pemerintah berencana membahas kepastian pengalihan sebagian CBP menjadi beras premium untuk memperkuat pasokan di pasar.

Pembahasan tersebut bertujuan memperkuat pasokan beras premium pemerintah sehingga masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap produk berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

Bulog telah menyiapkan kapasitas produksi untuk mendukung kebijakan tersebut apabila hasil rapat koordinasi pemerintah memutuskan pengalihan CBP menjadi beras premium nasional.

Rizal menyebutkan saat ini Bulog memproduksi sekitar 21 ton beras premium setiap hari untuk wilayah DKI Jakarta, sedangkan produksi secara nasional mencapai sekitar 300 ton setiap harinya.

Peningkatan produksi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas distribusi beras premium melalui jaringan ritel modern maupun pasar rakyat di berbagai daerah Indonesia.

Rizal menilai penguatan pasokan beras premium penting dilakukan agar masyarakat memperoleh alternatif produk berkualitas dengan harga lebih terjangkau dibandingkan sebagian produk yang beredar di pasaran.

Beras premium Bulog merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp74.500 untuk kemasan 5 kilogram menjadi pilihan terjangkau bagi masyarakat karena dipasarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan sejumlah merek premium lainnya.

Berdasarkan hasil peninjauan di salah satu ritel modern kawasan Radio Dalam, Jakarta, kedua produk Bulog tersebut dijual lebih murah sekitar Rp20.000 dibandingkan merek Anak Raja dengan harga Rp94.500 per 5 kg, bahkan selisihnya mencapai lebih dari Rp50.000 dibandingkan merek Topi Koki yang mencapai Rp126.900 per 5 kg.

Melalui langkah pengalihan sebagian CBP menjadi beras premium, Rizal berharap dapat membantu menjaga stabilitas harga sehingga menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui distribusi yang lebih luas dan berkesinambungan.(wa/an)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button