Menteri Agama Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta

JAKARTA, harianjatim.net – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau lembaga pendidikan agar mengembangkan pendekatan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk menciptakan hegemoni dan ekosistem pendidikan sosial yang tangguh pada hari Sabtu.
Nasaruddin Umar menyatakan di Katedral Jakarta bahwa ia mengimbau lembaga pendidikan mana pun agar mengembangkan ekoteologi dan Kurikulum Cinta.
Ia mengajak semua pihak menjadi contoh bagi dunia internasional bahwa cinta adalah jalan penyelesaian terbaik di atas semua masalah yang ada.
Nasaruddin Umar mengatakan bahwa belum lama ini sekitar 305 ribu guru agama dari berbagai agama memberikan testimoni hasil dari Kurikulum Cinta.
Ia mengaku merinding mendengar tanggapan positif dari mereka karena dinilai memberikan dampak yang luar biasa.
Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa para guru dari Sabang sampai Merauke bercerita tentang perubahan perilaku anak-anak yang kini menyayangi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan menyayangi seluruh alam semesta semenjak Kurikulum Cinta diterapkan.
Selama ini, ia menilai alam hanya dijadikan sebagai objek semata oleh manusia.
Sebelumnya, Kementerian Agama telah menggelar pelatihan daring Kurikulum Berbasis Cinta berskala nasional yang diikuti sebanyak 305 peserta.
Para peserta tersebut tidak hanya didominasi oleh tenaga pendidik dan guru, tetapi juga elemen masyarakat umum yang peduli akan perbaikan karakter anak bangsa.
Kurikulum Berbasis Cinta pada hakikatnya merupakan instrumen untuk memperkenalkan Panca Cinta kepada anak serta menumbuhkan kesadaran mereka tentang cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada alam lingkungan, cinta kepada ilmu, serta cinta kepada tanah air.
Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa selama satu tahun masa uji coba, kurikulum tersebut mampu membuat ruang kelas bertransformasi menjadi taman belajar yang membahagiakan dan memerdekakan jiwa anak-anak.(wa/an)








