
Tulungagung, Jawa Timur – Tim Pengawas Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memantau langkah mitigasi dan penanganan 103 korban keracunan masal usia menyantap paket menu makanan yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat, 31 Juli 2026.
”Ini sebenarnya kejadiannya Senin (27/7), tapi baru dilaporkan ke kami oleh perangkat desa pada Rabu (29/7),” kata Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG Kecamatan Rejotangan Eko Sumaryono di Tulungagung, Jumat.
Secara keseluruhan, kondisi para korban yang didominasi kelompok ‘B3’ atau ibu hamil, menyusui dan Balita sudah membaik dan stabil.
Hanya tinggal satu korban yang sampai saat ini masih di rawat di Puskesmas Banjarejo.
”Satu pasien masih dalam pengawasan intensif karena masih mengalami keluhan mual-muntah dengan kondisi lemah. Tapi secara umum sudah cukup baik juga,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setyawan, Jumat, 31 Juli 2026.
Sedang untuk kepentingan penyelidikan, pihak berwenang telah mengambil sampel sisa makanan dan cairan sisa muntahan sejumlah korban.
Polisi melalui tim inafis dikabarkan merapat ke lokasi kejadian termasuk ke SPPG Pakisrejo untuk olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan standar demi memastikan kasus tersebut bukan karena ada unsur perbuatan pidana, disengaja ataupun pidana lainnya.
Saat peristiwa keracunan terjadi, menu yang disajikan SPPG Pakisrejo terdiri atas nasi putih, daging masak kecap, buncis, tempe, jeruk, dan kerupuk.
Sejumlah penerima manfaat kemudian mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare.
”Kami menerima laporan dari perangkat Desa Pakisrejo, kemudian langsung melakukan pemeriksaan ke dapur SPPG,” kata Eko di Tulungagung, Jumat, 31 Juli 2026.
Hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 103 penerima manfaat dilaporkan mengalami gejala tersebut.
Rinciannya, siswa yang mengalami sebanyak tujuh orang, 15 balita, enam guru, dan sisanya penerima manfaat di lingkungan Posyandu.
Saat ini, Tim Pengawas Keamanan Pangan Kecamatan Rejotangan juga mengevaluasi mekanisme pelaporan kejadian agar setiap indikasi gangguan keamanan pangan segera ditindaklanjuti sehingga penerima manfaat dapat memperoleh penanganan lebih cepat.
Sebagai langkah pencegahan, operasional SPPG Pakisrejo dihentikan sementara sejak Kamis (30/7) berdasarkan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
”Operasional SPPG Pakisrejo ditutup sementara sesuai instruksi BGN hingga proses evaluasi selesai,” ujar Eko, Jumat, 31 Juli 2026.(wa/an)








