BeritaDaerahLifestylePendidikanPolitik

Rais Aam PBNU Harapkan Muktamar ke-35 NU Digelar Agustus 2026

Tuban, harianjatim.net – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Achyar mengharapkan tanggal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU jatuh pada hari Sabtu sampai hari Rabu tanggal 1-5 Agustus 2026.

Harapan tersebut disampaikan karena waktu tersebut dinilai sesuai dengan siklus musyawarah tertinggi warga Nahdliyyin.

“Pelaksanaan Muktamar NU pada awal Agustus tanggal 1-5 Agustus itu sudah siklus Muktamar, karena Muktamar sebelumnya di Jombang juga Agustus,” kata Miftahul Achyar di Tuban, Jawa Timur melalui keterangan yang diterima pada hari Minggu tanggal 12 April 2026.

Di hadapan ratusan peserta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Miftahul Achyar menyampaikan tempat pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang hingga kini belum ada kepastian.

Ada beberapa pilihan tempat seperti di Pesantren Walisongo, Situbondo, asuhan Kiai Haji Cholil Asad yang menyatakan siap menyediakan segalanya secara lengkap.

Selain itu, terdapat opsi Pesantren Tuan Guru di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga sudah lama mengajukan permintaan sebagai tuan rumah.

Pilihan lainnya adalah Sumatera Barat (Sumbar) yang sudah mendapatkan dukungan dari tiga provinsi di wilayah tersebut.

“Soal tempat kita rapatkan dulu apakah Surabaya atau Jakarta, bisa juga pesantren,” jelas Miftahul Achyar.

Selain hal teknis, Miftahul Achyar menekankan hal penting mengenai sejarah NU yang lahir dari kalangan pesantren.

Sejarah pesantren itu sendiri sudah ada sejak zaman Rasulullah yakni ‘ashabush shuffa’ yang menjadi tempat kaderisasi santri dari berbagai negara.

Namun menurut Miftahul Achyar, masalahnya saat ini NU belum melaksanakan simbol yang dilambangkan tongkat Nabi Musa yang sakti dalam membasmi kemaksiatan dan menyejahterakan umat dengan mengais tanaman atau rezeki.

“Faktanya, warga NU yang mencapai 87 persen dari 95 persen Muslim Indonesia itu masih unggul ekonomi sekitar 30 persen,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Rais PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir membacakan sejumlah pesan Rais PWNU Jawa Timur, KH Anwar Manshur untuk dicermati dan ditindaklanjuti yang berbentuk maklumat Rais PWNU Jatim.

Poin yang disampaikan adalah mendukung suksesnya Muktamar NU pada hari Agustus 2026.

Penentuan tempat dan tanggal Muktamar mengikuti keputusan Rais Aam Nahdlatul Ulama.

“Pertama, mendukung suksesnya Muktamar NU pada bulan Agustus 2026. Kedua, penentuan tempat dan tanggal Muktamar mengikuti keputusan Rais Aam Nahdlatul Ulama,” ujar KH Abdul Matin Djawahir.

Menurutnya, memasuki abad kedua NU, penting untuk mengembalikan ruh Qonun Asasi dan menempatkan Rais Aam sebagaimana posisi awalnya.

KH Abdul Matin Djawahir juga mengingatkan agar tidak ada lembaga apapun yang posisinya melebihi Rais Aam.

“Jangan sampai ada lembaga di atas PBNU, apapun namanya, tidak boleh ada yang lebih tinggi dari Rais Aam dan tidak boleh ada yang menghakimi Rais Aam. Supremasi syuriyah harus betul-betul kita perhatikan,” katanya.(wa/ar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button