Berita

Banjir Kembali Rendam Gresik

Gresik,harianjatim.net – Wilayah Gresik selatan masih jadi daerah langganan banjir saban tahun. Banjir kali masih sama disebabkan meluapnya air dari Sungai Kali Lamong. Sungai yang melintasi wilayah Gresik, Lamongan, Mojokerto, Surabaya itu tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan tinggi dan lama.

Dampaknya selain jalan desa dan permukiman warga, ratusan hektar sawah yang memasuki musim tanam padi kini terendam, pada Jum’at (21/11/2025). Wilayah tersebut mulai Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, Cerme serta Menganti.

Data yang berhasil dihimpun dari BPBD Gresik luapan Sungai Kali Lamong diketahui mulai menerjang wilayah tersebut sejak hari Selasa (18/11) hingga kini. Kondisi terkini debit air mulai naik, menggenangi jalan poros desa, lingkungan serta masuk permukiman warga. Ketinggian air rata-rata 10-40 Cm.

Sementara area persawahan tercatat di Kecamatan Benjeng kurang lebih seluas 70 ha, Balongpanggang seluas 51 ha, Cerme persawahan seluas10 ha dan tambak 40 ha, Menganti persawahan seluas 40 ha kemudian tambak 5 ha.

Kepala Pelaksana (Kalaska) BPBD Gresik Sukardi mengatakan pihaknya memantau perkembangan dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“ Banjir kali ini hingga kini masih tercatat tidak ada korban jiwa. Namun sejumlah area persawahan, tambak dan jalan desa di sejumlah titik terendam,” kata Sukardi, Jumat (21/11/2025).

Pihaknya melakukan koordinasi dengan jajaran forkopimcam dan pemerintah desa serta OPD terkait.

“ Tindakan penyelamatan warga kita utamakan. Serta koordinasi dengan pihak terkait,” tambah Sukardi.

Sejumlah tanggul jebol terjadi di Desa Pranti Kecamatan Menganti dan di Desa Glindah dan Lampah Kecamatan Kedamean.

“ Kita sudah koordinasi dengan pihak terkait untuk dilakukan penanganan,” terang Sukardi.

Disinggung potensi banjir meluas ke daerah lain, Ia masih menunggu hasil assessment terbaru.

“ Nanti hasil terbaru saya kirim,” pungkas Sukardi. (dik)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button