
JAKARTA, harianjatim.net – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Grand Imam Conference (IGIC 2026) perdana di Masjid Istiqlal dan Islamic Center Palembang.
“Kita ingin menunjukkan bahwa dari Indonesia, lahir gagasan keagamaan yang damai, toleran, dan relevan bagi dunia,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Nasaruddin mengatakan acara yang digelar Agustus 2026 ini ditargetkan melibatkan sekitar 500 imam dari berbagai negara.
Salah satu hasil utama yang diharapkan adalah lahirnya Deklarasi Grand Imam Internasional untuk Perdamaian Global.
Menurut Nasaruddin, forum tersebut sebagai langkah memperkuat konektivitas kepemimpinan keagamaan Indonesia di tingkat global.
IGIC 2026 dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan praktik kepemimpinan spiritual di tingkat lokal dengan dinamika global.
“Kita ingin membangun jembatan keagamaan. Imam di Indonesia tidak hanya berperan di ruang ibadah, tetapi juga menjadi pemimpin peradaban yang mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.
Nasaruddin menjelaskan Indonesia memiliki kekuatan besar di level akar rumput.
Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (Simas), terdapat lebih dari 740 ribu masjid dan mushalla di seluruh Indonesia.
Dengan asumsi setiap titik dikelola oleh satu hingga tiga imam, terdapat jutaan figur keagamaan yang berperan langsung membimbing masyarakat.
“Ini potensi luar biasa. Imam adalah garda terdepan dalam membentuk cara pandang umat,” kata Nasaruddin.
Menag juga menekankan pentingnya transformasi fungsi masjid di era modern.
Menurut Nasaruddin, masjid tidak cukup hanya menjadi tempat ibadah, tetapi harus berperan sebagai pusat literasi keagamaan untuk menangkal disinformasi, pusat pemberdayaan ekonomi melalui zakat dan infak, serta ruang penguat harmoni sosial.
Sejalan dengan itu, para imam diminta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam penguasaan teknologi dan penguatan wawasan kebangsaan agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga keutuhan negara.(wa/ar)







