
MOJOKERTO. harianjatim.net — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Jawa Timur terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara melalui sektor lelang.
Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur, Arik Hariyono, menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi di Mojokerto pada Selasa, 11 Agustus 2026.
“Iya, tentunya kalau target PNBP kita ada ya, bahkan kalau kita lihat target pokok lelang di Kanwil DJKN Jawa Timur kan mencapai 5 triliun lebih, dan kegiatan aktivitas yang dilakukan oleh BPA ini merupakan bagian yang harus kita sukseskan karena serentak se-Indonesia juga,” ujar Arik.
Arik menjelaskan bahwa hasil dari kegiatan lelang tersebut nantinya akan disetorkan langsung ke kas negara.
“Dan seperti tadi disampaikan oleh Pak Kajati, PNBP yang ini nanti masuk ke kas negara juga, karena ya kaitannya mohon maaf ini kan aset-aset dari teman-teman yang dari berbagai latar belakang tadi, kalau untuk yang lelang PPA ya,” jelas Arik.
Arik optimistis target pokok lelang sebesar Rp5 triliun dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran.
“Kalau secara garis besar karena pokok lelangnya 5 T dan sekarang masih 2,3 T-an, kita harapkan targetnya dalam 5 bulan ke depan atau kurang lah 4 setengah bulan ini mudah-mudahan target itu akan tercapai,” tutur Arik.
Di samping mengejar angka target, DJKN tetap berfokus pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi secara menyeluruh.
“Namun demikian, fungsi utama dari DJKN dalam hal ini adalah ya kita jalankan segala kebijakan, termasuk di sektor perbankan kenapa mereka harus dilakukan lelang dan lain sebagainya itu kan banyak ragamnya, tapi ujung-ujungnya kepentingan dari kebijakan fiskal kita juga,” kata Arik.
Arik menegaskan bahwa objek lelang mencakup berbagai jenis barang dan aset.
“Bergerak dan tidak bergerak, semuanya, itu cukup luar biasa,” tegas Arik.
Sektor perbankan dan kendaraan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pelaksanaan lelang sejauh ini.
“Kalau saat ini banyak lelang-lelang aset berupa yang agak cukup besar nilainya kan memang properti ya, itu di sektor perbankan itu cukup banyak, lalu lelang-lelang kendaraan itu juga cukup banyak, ini sekarang kalau yang seperti ini kan kita bilang nanti kalau harapannya sih targetnya 40 miliar mudah-mudahan ini bisa tercapai,” papar Arik.
Arik menambahkan bahwa jadwal lelang rutin di luar agenda khusus memiliki frekuensi yang sangat tinggi.
“Oh kalau lelangnya itu mohon maaf ya, satu pejabat lelang itu bisa lebih dari 500 permohonan di KPKNL, satu pejabat lelang, walaupun secara nasional kita targetnya 240-an, tapi rata-rata mereka kerja kerasnya luar biasa Mas, ya ini demi untuk tadi ya salah satu bagian untuk kita bilang PNBP ya,” sebut Arik.
Wilayah kerja Kanwil DJKN Jawa Timur mencakup enam kantor pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.
“Di Jawa Timur saja, karena saya Kanwil DJKN Jawa Timur itu ada 6 KPKNL: KPKNL Surabaya, KPKNL Sidoarjo, KPKNL Malang, KPKNL Madiun, KPKNL Jember, dan KPKNL Pamekasan, jangan lupa ada Pamekasan,” ungkap Arik.
Penerapan sistem anyar Coretax di lingkungan Kementerian Keuangan diproyeksikan akan semakin memaksimalkan penerimaan sektor perpajakan dan PNBP.
“Iya betul, kami kan kemarin yang launching ya panitia Coretax ya yang kita ada di kebetulan Kemenkeu Satu, launching di Kanwil DJP dan kebetulan itu teman-teman saya semua karena saya dulu di DJP juga,” urak Arik.
Arik mengapresiasi keandalan sistem baru tersebut dalam mentransformasi tata kelola penerimaan negara.
“Dengan sistem yang baru nanti, itu luar biasa, sekarang kan masih melihat masih dari kulit luarnya ya, tapi kalau itu sudah berjalan, wah itu luar biasa, tersistematis,” tandas Arik.
Sistem Coretax diharapkan mampu menutup celah pelanggaran dan meningkatkan kesadaran wajib pajak.
“Tersistematis, bahkan ya mohon maaf kalau kita bilang orang-orang dulu masih bisa menghindarkan pajak dan lain sebagainya, itu semua informasi masuk semua sekarang, itu kan harapannya ya, sehingga nanti dengan makin tersosialisasi dengan baik, Coretax ini akan menjadi bagian yang membuat orang-orang menjadi semakin sadar pajak, itu sebenarnya inti utamanya,” tutup Arik.
(wa/an)








