Politik

Turun ke Dapil, Legislator Kota Mojokerto Serap Aspirasi dan Sampaikan Capaian Pembangunan

Mojokerto, harianjatim.net – Masa reses anggota DPRD Kota Mojokerto kembali dimulai. Memanfaatkan libur nasional, para wakil rakyat melaksanakan reses II tahun 2026 pada 23-25 Agustus dengan turun langsung ke tiga daerah pemilihan (dapil) untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Salah satunya dilakukan anggota Fraksi PDI Perjuangan, Silvia Elya Rosa. Anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto itu menemui konstituennya di Lingkungan Sidomulyo, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Selasa (25/8). 

Dalam kesempatan tersebut, Silvia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menangani sampah, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.

Menurut Silvia, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Ia mengaku telah menerapkan kebiasaan tersebut di rumahnya.

“Saya sendiri di rumah memilah sampah. Setiap enam bulan saya jual, lumayan bisa mendapatkan sekitar Rp300 ribu,” ujarnya.

Silvia menyebut produksi sampah di Kota Mojokerto yang sebelumnya mencapai sekitar 90 ton per hari pada 2024 kini berada di kisaran 70 ton per hari. 

Menurutnya, pengurangan tersebut tidak lepas dari upaya pengelolaan sampah, termasuk yang dilakukan dari lingkungan rumah tangga. Ia mengingatkan, apabila sampah tidak dikurangi dan dikelola sejak dari rumah, maka penumpukan di TPA akan semakin besar.

“Kalau tidak dikelola, kita hanya menumpuk di TPA. Waktu saya berkunjung ke sana, sampahnya seperti gunung,” katanya.

Karena itu, masyarakat diminta mulai memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik, lanjut Silvia, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lingkungan, salah satunya melalui pembuatan biopori.

Sehari sebelumnya, anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Mojokerto, Sugiyanto, melaksanakan reses di Jalan Kawi, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Anggota Komisi III tersebut menyampaikan sejumlah capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto kepada masyarakat.

Sugiyanto menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 mencapai 6,05 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

“Ini merupakan capaian yang cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, sementara target nasional 5,61 persen. Artinya, capaian Kota Mojokerto berada di atas angka nasional,” katanya.

Menurutnya, capaian pembangunan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari indeks pembangunan manusia (IPM) yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, serta standar hidup layak. 

Di sektor kesehatan, Sugiyanto menyoroti capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Mojokerto yang telah mencapai 100 persen.

Sugiyanto menegaskan, berbagai capaian pembangunan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat.  (Ud) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button